Sebuah Makna dan Refleksi Kepemimpinan Polri

Indahnya Seragam Warna Cokelat

  • Sabtu, 30 November 2024

riauraya.tv - Warna merupakan sarana komunikasi yang menyampaikan citra tertentu kepada publik. Warna seragam Polisi Republik Indonesia (Polri) adalah warna cokelat. Warna tersebut memiliki makna filosofis yang melambangkan tanah, kemakmuran, dan pijakan manusia.

Selain itu, warna seragam cokelat juga menggambarkan: Kedekatan dengan alam dan masyarakat; Menonjolkan nilai kebersahajaan; Kehangatan; Kejujuran. Selain itu, warna ini juga diartikan sebagai: Menciptakan persepsi stabilitas; Keanggunan; Menambah rasa percaya dan respek dari masyarakat.

Betapa indahnya warna cokelat, namun ada yang menilai lain terkait dengan adanya rumor “Partai Cokelat (ParCok).” Walaupun tidak perlu ditanggapi, tidak ada salahnya kita sedikit mengulasnya dalam konteks internal sebagai sesama warga negara. Kita tentu prihatin atas keadaan yang membuat pihak tertentu merasa tidak nyaman.

Rumor tentang “Partai Cokelat” tidak perlu diklarifikasi ke publik karena tidak ada gunanya. Semakin kita membela diri atas tudingan (apalagi rumor), biasanya justru akan semakin memperburuk keadaan. Belum ada ilmu yang dapat secara efektif meredam persepsi publik, opini publik, atau stigma yang tidak tepat untuk bisa dicegah atau diminimalisir.

Dari pengamatan kami, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah berkali-kali menegaskan netralitas Polri di setiap kesempatan. Namun, setiap tahun politik, Polri selalu menjadi sasaran kritik. Mereka yang merasa Polri tidak berpihak kepada mereka akan menyebut Polri “ParCok,” dan yang merasa Polri berpihak akan menyebutnya hal yang sama.

Polri adalah abdi negara yang diberikan tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara stabilitas keamanan. Selama ini, Polri fokus bekerja untuk mengamankan Pilpres dan Pilkada agar dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan damai.

Polri adalah institusi negara, bukan partai politik. Hanya purnawirawan atau mereka yang mundur dari dinas Polri yang dapat terlibat dalam politik praktis.

Diharapkan semua pihak lebih baik bersama-sama berbuat kebaikan untuk negara dan bangsa. Hal ini jauh lebih baik daripada terjebak dalam kelompok yang selalu menyerang dan berbicara negatif tentang Polri. Jika tidak bisa ikut menjaga negara, sebaiknya jangan memperkeruh situasi yang ada.

Tudingan rumor atau stigma “ParCok” memang menyakitkan bagi warga Polri, apalagi jika langsung diamini oleh berbagai kalangan, khususnya mereka yang merasa kecewa dengan kondisi sekarang ini. Namun, kita patut bersyukur dan memberikan apresiasi kepada Polri atas pengamanan Pilkada yang berlangsung aman, tertib, dan lancar di seluruh Indonesia.

Biarkan mereka yang kecewa mencari kambing hitam atas ketidakpuasannya, termasuk dengan menyalahkan Polri. Yang terpenting bagi Polri adalah terus melakukan konsolidasi dan memperkuat pengamanan internal. Sementara itu, bagi kita semua, introspeksi dan pembenahan diri adalah langkah yang jauh lebih penting.

Jakarta, 29 November 2024
Irjen Pol (Purn) Sisno Adiwinoto, Pengamat Kepolisian

Jangan lupa subscribe, like, komen dan juga kunjungi Instagram kami @riauraya.tv

#pekanbaru
#riau
#riau-raya

Video Lainnya