Terobosan Konservasi Ikan Terubuk, Prof Deni Efizon Resmi Jadi Guru Besar Unri
- Selasa, 10 Desember 2024
riauraya.tv – Profesor Dr. Ir. Deni Efizon, MSc, dosen senior Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau (FPK Unri), resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar (GB) dalam bidang Konservasi Sumber Daya Perairan pada Selasa (10/12) di lingkungan Universitas Riau. Dalam prosesi yang berlangsung di Gedung Student Center Unri, Panam, Pekanbaru, Prof. Deni dilantik bersama 12 Guru Besar lainnya dari berbagai fakultas.
Pengukuhan dilakukan dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin oleh Ketua Senat Unri, Prof. Dr. Ir. Zulkarnaini, MSi, dan didampingi oleh Rektor Unri, Prof. Dr. Sri Indarti, SE, MSi.
Berikut nama-nama 12 Guru Besar lainnya yang dikukuhkan:
- Prof. Dr. Hermandra, SPd, MA (FKIP/Wakil Rektor III Unri)
- Prof. Dr. Firdaus, SH, MH (FH)
- Prof. Dr. Roza Elvira, SSi, MSi (FMIPA)
- Prof. Herman (FMIPA)
- Prof. dr. Arfianti, MBiomed, MSc, PhD (FK)
- Prof. Dr. dr. Ismawati, MBiomed (FK)
- Prof. Dr. Ir. Efriyeldi, MSi (FPK)
- Prof. Dr. Ir. Syafruddin Nasution, MSc (FPK)
- Prof. Wan Nishfa Dewi, SKp, MNg, PhD (FKp)
- Prof. Dr. Drs. Azwir Nasir, MM, Ak, CA (FEB)
- Prof. Dr. Yusmarini, SPt, MP (FP)
- Prof. Dr. Dewi Fortuna Ayu, STP, MSi (FP).
Rektor Unri, Prof. Sri Indarti, menyampaikan kebanggaannya atas pengukuhan ini. “Pencapaian ini adalah kontribusi besar yang akan membawa Universitas Riau semakin dekat menjadi universitas berkelas internasional,” ujarnya.
Konservasi Ikan Terubuk: Perjuangan Panjang Prof. Deni Efizon
Dalam pidato pengukuhannya berjudul “Terubuk, Ikan Ekonomis Penting yang Disia-siakan”, Prof. Deni memaparkan hasil penelitiannya sejak 1993 hingga 2024 tentang ikan Terubuk (Tenualosa spp.), ikan bernilai ekonomis tinggi yang kini terancam punah. Ikan ini, yang menjadi sumber penghidupan nelayan di kawasan Selat Malaka (Riau dan Sumut) serta Kalimantan, dijual dengan harga mencapai Rp 150.000 per kilogram, sementara telur ikan Terubuk dapat mencapai Rp 3 juta per kilogram.
Sayangnya, eksploitasi berlebihan saat musim migrasi untuk bertelur dan degradasi lingkungan menjadi ancaman utama kelangsungan ikan ini. Prof. Deni mengidentifikasi tiga spesies ikan Terubuk di Indonesia: Tenualosa macrura (Bengkalis, Riau), Tenualosa ilisha (Labuhanbatu, Sumut), dan Tenualosa toli (Kalimantan Barat).
Sebagai ilmuwan, ia berperan aktif dalam merumuskan kebijakan konservasi, yang kini diwujudkan dalam empat regulasi penting:
- Peraturan Bupati Bengkalis No. 15/2010
- Keputusan Menteri KP No. Kep 59/Men/2011
- Peraturan Gubernur Riau No. 78/2012
- Keputusan Menteri KP No. Kep/210/2023.
Rekam Jejak dan Dedikasi
Prof. Deni merupakan lulusan FPK Unri (1990), meraih gelar magister di Universiti Kebangsaan Malaysia (2001), dan doktor di Universitas Padjadjaran (2012) dengan disertasi tentang pengelolaan berkelanjutan ikan Terubuk di Bengkalis, Riau. Selama karier akademiknya, ia konsisten dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Ia telah menerbitkan 18 buku, mengampu berbagai mata kuliah, dan memegang enam sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Dalam dua tahun terakhir, Prof. Deni terlibat dalam 12 proyek penelitian dengan nilai mencapai miliaran rupiah.
Di luar akademik, ia aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk menjadi Dewan Pertimbangan Kadin Riau, Panitia Seleksi Pejabat Pimpinan Tinggi, dan Tim Panelis Debat Pilkada di Riau.
Dengan prestasi dan dedikasinya, Prof. Deni Efizon tidak hanya menjadi kebanggaan Universitas Riau tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan Indonesia. (mm)
Jangan lupa subscribe, like, komen dan juga kunjungi Instagram kami @riauraya.tv
Video Lainnya
Notice: Use of undefined constant tag - assumed 'tag' in /home/u6048245/public_html/riauraya.tv/template/page/berita.php on line 147

