SEEKOR TAPIR DALAM KONDISI TERLUKA, BERHASIL DISELAMATKAN TIM BBKSDA RIAU
- Selasa, 16 November 2021
Petugas Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau bersama tim medis menyelamatkan seekor tapir (Tapirus indicus) yang mengalami luka dan berkeliaran di kebun warga di Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, pada Jumat, 12 Oktober.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala BBKSDA Riau, Hartono, mengatakan, untuk menjaga kelestarian satwa yang dilindungi tersebut, tim BBKSDA Riau bersama tim medis membawanya ke Pekanbaru untuk dilakukan proses pengobatan, pada Minggu, 14 November, di Pekanbaru.
Penyelamatan dilakukan berawal dari informasi dari warga setempat yang melaporkan bahwa ada seekor tapir, pada Jumat, 12 November malam.
Ia menjelaskan mamalia herbivora (pemakan dedaunan) itu ditemukan dalam kondisi terluka di bagian matanya saat sedang berkeliaran di kebun milik warga di desa tersebut.
Selanjutnya, pada Sabtu, 13 November dikirim Tim Bidang KSDA Wilayah I Rengat turun ke lokasi, untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Kemudian, juga disusul oleh tim medis Balai Besar KSDA Riau dari Pekanbaru.
Sampai di lokasi, tim BBKSDA langsung melakukan koordinasi dengan Sekdes Lubuk Ambacang, Imas, terkait satwa tapir/cìpan yang terluka di kebun karet warga.
selanjutnya tim bersama sekretaris desa dan beberapa masyarakat setempat menuju lokasi, yang dikabarkan sudah berada di sana sekitar 1 hari.
Selanjutnya, tim medis BBKSDA Riau segera dilakukan upaya pertolongan medis atau pengobatan luka pada bagian pinggir mata Tapir.
Sedangkan hasil pengecekan dan proses identifikasi terhadap satwa tersebut diketahui tapir atau cipan tersebut berjenis kelamin jantan, dengan umur sekitar 5 tahun, panjang 1 meter 20 centi meter.
Pihaknya menyampaikan terima kasih atas kepedulian warga membantu mengamankan satwa tapir tersebut, sebelum Tim BBKSDA Riau datang sampai tim melakukan pengobatan.
Selain itu, tim juga turut memberikan sosialisasi terkait satwa dilindungi termasuk tapir serta upaya penanganan konflik satwa liar.
Saat dilakukan pertolongan pertama, karena kondisi satwa yang terluka cukup serius, diputuskan mengevakuasi tapir ke kandang transit satwa BBKSDA Riau agar dapat dirawat secara intensif dan dimasukkan ke kandang evakuasi yang telah disiapkan tim dan dibawa ke kantor di Pekanbaru.
Bergerak dari lokasi, pada Minggu (14/11) dinihari sekitar pukul 1.15 WIB rombongan yang membawa tapir tiba di kandang transit satwa/perawatan Balai Besar KSDA Riau untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Jangan lupa subscribe, like, komen dan juga kunjungi Instagram kami @riauraya.tv
Video Lainnya
Notice: Use of undefined constant tag - assumed 'tag' in /home/u6048245/public_html/riauraya.tv/template/page/berita.php on line 147

