Rokan Hulu

Mahasiswa Kukerta UNRI 2024 Menyelenggarakan Sosialiasi Cyber Bullying di MTs Raudhatul Ulum

  • Kamis, 22 Agustus 2024

riauraya.tv - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri) 2024 menyelenggarakan sosialisasi Cyber Bullying dengan nama Pelita (Pengenalan Literasi Digital) bagi siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Raudhatul Ulum di ruang kelas MTS Raudhatul Ulum guna adanya perkembangan dibidang teknologi, pada Senin (19/8).

Mahasiswa Kukerta Unri 2024 memilih sosialiasi Cyber Bullying sebagai program kerja utama untuk bagian literasi digital. Hal ini merupakan upaya dari Mahasiswa Kukerta untuk mencegah terjadinya cyber bullying di Desa Bono Tapung, baik sebagai korban ataupun pelaku.

Oktiva Ramadhani, Mahasiswa Kukerta sebagai Master of Ceremony (MC) membuka kegiatan sosialisasi dengan memaparkan kemajuan teknologi yang sangat cepat. Salah satu hasil dari kemajuan teknologi tersebut adanya berbagai macam sosial media saat ini. 

“Sosial media adalah salah satu bentuk kemajuan teknologi yang memiliki banyak dampak positif bagi penggunanya. Namun dibalik dari dampak positifnya, tentunya ada dampak negatif yang salah satunya Cyber Bullying.” Jelas Oktiva.

Dengan dibukanya sosialisasi ini, selanjutnya memasuki sesi sosialisasi cyber bullying oleh Alvin Afrinaldo, Mahasiswa Kukerta. Alvin mengawali sosialisasi dengan menjelaskan apa yang dimaksud dengan bullying.

“Bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan oleh satu orang atau sekelompok orang untuk menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis. Sedangkan cyber bullying merupakan perilaku bullying yang dilakukan menggunakan teknologi digital.” Ucap Alvin.

Adapun delapan jenis cyber bullying yang dijelaskan, yaitu flaming, online harassment, identity theft, outing, exclusion, misinformation, cyber stalking dan happy slapping. Dengan adanya delapan jenis tersebut, dipaparkan penyebab dari seseorang melakukan cyber bullying.

Pertama, anonimitas dan ketidakpedulian yaitu dengan adanya anonimitas dalam teknologi seperti game dan media sosial, pengguna merasa aman untuk melakukan cyber bullying. Kedua, keinginan memuaskan diri bagi pengguna teknologi yang senang dalam merendahkan atau merundung orang lain. Ketiga, masalah pribadi yaitu beberapa orang melampiaskan masalah pribadinya dengan cara melakukan cyber bullying. Terakhir penyebab seseorang melakukan cyber bullying adalah ketidaktahuan tentang dampaknya. 

“Banyak dari pelaku cyber bullying yang masih tidak tahu dampak dari yang mereka lakukan. Padahal dampak dimulai dari kurangnya percaya diri hingga dilakukannya percobaan bunuh diri.” Jelas Alvin mengenai dampak dari cyber bullying. Dengan adanya sosialisasi ini, Alvin sebagai pemateri kali ini berharap siswa-siswi MTs Raudhatul Ulum mengerti mengenai cyber bullying dan dapat menjauhi perilaku ini. (mm)

Jangan lupa subscribe, like, komen dan juga kunjungi Instagram kami @riauraya.tv

#riau
#riau-raya
#rokan-hulu

Video Lainnya