Melampaui Target dan Menembus Stigma: Catatan dari Skrining Gratis RSUD Dumai dan PERABOI Riau

  • Kamis, 30 Juli 2026

​DUMAI (RRTV) – Sering kali, penyakit mematikan seperti tumor dan kanker tidak datang dengan kepakan sayap yang bising, melainkan merayap diam-diam tanpa disadari. Ketakutan untuk memeriksakan diri dan minimnya informasi kerap menjadi tembok tebal yang membuat banyak pasien baru berkonsultasi ke dokter saat kondisi sudah berada di stadium lanjut.

​Menghancurkan tembok ketakutan itulah yang menjadi inti dari perhelatan Bakti Sosial dan Pengabdian Masyarakat di Balai Sri Bunga Tanjung, Kota Dumai, Rabu (29/07/2026).

​Di balik kemegahan balai kota tersebut, ratusan perwakilan warga dari seluruh Puskesmas se-Kota Dumai berkumpul. Mereka tidak hanya datang untuk mendengar ceramah medis, tetapi juga mengantre dengan penuh harapan untuk memanfaatkan fasilitas pemeriksaan USG gratis.

​Aksi kemanusiaan ini lahir dari kolaborasi RSUD dr. Suhatman Kota Dumai bersama Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) Cabang Riau, serta didukung penuh oleh TP-PKK Kota Dumai.

​Melampaui Target, Menembus Antusiasme

Tema yang diusung sangat lugas: "Deteksi Dini Tumor Payudara dan Tiroid melalui Edukasi dan Skrining, demi Masyarakat Dumai yang Lebih Sehat". Rupanya, pesan ini berhembus kuat hingga ke sudut-sudut kelurahan.

​Ketua Panitia Pelaksana, dr. Delidios Arimbi, Sp.B Subsp.Onk(K), tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya saat melihat antrean warga yang membludak melebihi estimasi awal panitia.

​"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa hingga melampaui target. Untuk peserta seminar, dari target awal 100 orang melonjak menjadi 147 peserta. Sementara untuk layanan skrining USG gratis, dari kuota awal 60 orang terealisasi hingga 72 orang," ungkap dr. Delidios.

​Lonjakan angka ini menjadi sinyal positif: masyarakat Dumai, khususnya kaum perempuan, kini mulai berani mengambil langkah aktif untuk peduli pada kesehatan tubuhnya sendiri.

​Kesehatan Adalah Investasi Keluarga

Ketua TP-PKK Kota Dumai, Hj. Leni Ramaini, yang membuka acara secara resmi, menyoroti fakta lapangan yang sering dialami kaum ibu. Kurangnya pengetahuan dan rasa enggan untuk periksa dini menjadi penyebab utama terlambatnya penanganan medis pada tumor payudara maupun tiroid.

​Bagi Leni, TP-PKK sebagai mitra strategis pemerintah memiliki kewajiban moral untuk meruntuhkan ketakutan tersebut melalui edukasi yang menyentuh hingga ke tingkat rumah tangga.

​"Kesehatan merupakan investasi paling berharga bagi setiap keluarga. Banyak kasus ditemukan sudah stadium lanjut hanya karena kurangnya pengetahuan. Oleh karena itu, edukasi dan skrining gratis hari ini adalah langkah nyata untuk menyelamatkan masa depan keluarga kita," tegas Hj. Leni Ramaini dalam sambutannya.

​Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pakar medis yang hadir langsung, seperti Direktur RSUD Dumai dr. Eka Viora Effendi, Ketua PERABOI Riau dr. Muhammad, Sp.B Subsp.Onk(K), serta Ketua IDI Dumai dr. Ferianto, Sp.An, M.Sc, KIC.

​Bukan Sekadar Seremonial

Rangkaian acara yang diisi dengan talkshow edukatif dan pemeriksaan medis berbasis USG ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda satu hari saja. Leni berharap, puluhan warga yang hadir dapat menjadi "duta kesehatan" di lingkungannya masing-masing untuk menularkan keberanian melakukan tes secara berkala.

​Ketika fasilitas medis canggih bersinergi dengan kepedulian organisasi masyarakat dan kepakaran para dokter ahli, sebuah harapan baru tercipta. Di Balai Sri Bunga Tanjung hari itu, warga Dumai membuktikan bahwa menjaga kesehatan bukanlah tentang menunggu sakit, melainkan tentang menyayangi diri dan keluarga sejak dini.

 

Jangan lupa subscribe, like, komen dan juga kunjungi Instagram kami @riauraya.tv

#dumai

Video Lainnya