Angkat Budaya Melayu, Alumni HI Unri Jakarta Pentaskan Drama Hang Tuah dan Intimate Show Raim Laode
- Sabtu, 07 November 2026
JAKARTA (RRTV) - The Jakarta Chapter Alumni Hubungan Internasional Universitas Riau (HI Unri) kembali menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian budaya Melayu. Di awal 2027 nanti, mereka akan mementaskan hikayat bertajuk Hang Tuah & The Three Musketeers special.
Komitmen The Jakarta Chapter dalam menghubungkan dunia akademik dan pelestarian budaya itu bukanlah hal baru.
Pada 2022, mereka mencatatkan Rekor Dunia MURI melalui karya Pantun dengan Baris Terpanjang Karya Civitas Akademika, yang diserahkan kepada Jurusan Hubungan Internasional Unri di Pekanbaru.
Aurin Salsabila dari The Jakarta Chapter menjelaskan melalui pementasan kali ini, semangat tersebut kembali dilanjutkan dengan mengangkat hikayat Melayu ke dalam bentuk seni pertunjukan yang memadukan berbagai medium kreatif.
Pada pemecahan Rekor Dunia MURI, pertunjukan musikal ini didaftarkan dalam kategori Pertunjukan Teater dengan Bahasa Terbanyak. Langkah tersebut menjadi upaya untuk menonjolkan kekayaan bahasa sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus memperluas apresiasi terhadap keberagaman.
Pemilihan Hang Tuah sebagai tokoh utama memiliki makna tersendiri. Dalam Hikayat Hang Tuah, sosok ini dikenal sebagai laksamana sekaligus utusan Kesultanan Melaka yang melakukan perjalanan ke berbagai negeri.
Kemampuannya menguasai hingga 12 bahasa menjadi simbol pentingnya komunikasi lintas budaya dan diplomasi dalam membangun hubungan antarbangsa sehingga tak sedikit yang menganggap Hang Tuah sebagai seorang diplomat pada zamannya.
Untuk memperluas jangkauan cerita, The Jakarta Chapter juga menyiapkan komik berjudul Hang Tuah & The Three Musketeers yang dapat dikoleksi pengunjung pada hari pementasan.
Kehadiran komik menjadi bagian dari pendekatan literasi visual untuk memperkenalkan kisah Hang Tuah kepada generasi muda melalui medium yang lebih dekat dengan keseharian mereka. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui pertunjukan langsung, tetapi juga melalui karya yang dapat dibaca dan dinikmati di luar panggung.
Keterlibatan mahasiswa diharapkan memberikan pengalaman berharga dalam pengelolaan kegiatan seni dan budaya sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya. Inisiatif ini juga menjadi ruang kolaborasi antargenerasi untuk memastikan kebudayaan Melayu tetap memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat modern.
Sementara itu, kehadiran Raim Laode, Top Global Album Spotify, 2 AMI Awards 2023 menambah dimensi musikal dalam pertunjukan. Perpaduan teater, tari, dan musik dirancang untuk menghadirkan pengalaman seni yang menyeluruh sekaligus memperkenalkan kebudayaan Melayu melalui cara yang lebih dinamis.
Pendekatan ini diharapkan dapat membuka ruang baru bagi generasi muda untuk mengenal warisan budaya, tidak hanya sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga sebagai sumber inspirasi bagi kreativitas masa kini.
Pertunjukan yang memadukan teater, tari, musik, dan literasi ini akan dipentaskan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, pada Sabtu, 23 Januari 2027.
Khalayak yang ingin menyaksikan pementasan Hang Tuah & The Three Musketeers dapat memperoleh tiket melalui situs www.thejakartachapter.org dengan harga Rp100.000.(z)
