Menteri LH Lepas Tim Pengendalian Karhutla, Riau Siaga Hadapi Puncak Kemarau
- Sabtu, 25 April 2026
PEKANBARU (RRTV) – Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, memimpin apel kesiapsiagaan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lapangan Bola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Rumbai, Kota Pekanbaru, Sabtu (25/4/2026).
Dalam amanatnya, Hanif menyampaikan bahwa apel ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya digelar pada Maret lalu dan dipimpin oleh Djamari Chaniago.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan awal dalam menghadapi potensi karhutla, khususnya melalui agenda “road show” ke enam provinsi rawan kebakaran.
Menurutnya, enam provinsi tersebut memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi dibanding daerah lain, sehingga kesiapsiagaan harus diperkuat sejak dini.
Hal ini juga berkaitan dengan proyeksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang memperkirakan musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang.
“Diproyeksikan kita akan menghadapi musim kemarau hingga tujuh bulan, dengan puncaknya pada Juni hingga Agustus dan berakhir sekitar Oktober. Ini tentu membutuhkan kesiapan yang jauh lebih matang,” ujar Hanif.
Ia menjelaskan, berbeda dengan tahun 2025 yang memiliki durasi kemarau relatif singkat sekitar tiga hingga empat bulan, tahun ini musim kemarau diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih lama.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, terlebih dengan adanya fenomena El Niño meski dalam kategori rendah hingga moderat.
“Durasi kemarau yang panjang ditambah kecenderungan penurunan curah hujan akan meningkatkan potensi karhutla. Jika tidak diantisipasi sejak awal, penanganannya akan semakin sulit,” tegasnya.
Apel tersebut diikuti berbagai unsur, mulai dari tim pengendalian kebakaran hutan Sumatera, personel PT PHR, hingga perwakilan dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia.
Sementara itu, General Manager PT PHR Zona Rokan, Andre Widjanarko, menyatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung, termasuk armada alat berat untuk mendukung penanggulangan karhutla di lapangan.
“Kami siap mendukung penuh strategi ‘relief fire respond’ dari pemerintah pusat. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga aset negara sekaligus melindungi lingkungan dan masyarakat di Riau,” ujarnya.
Apel ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman karhutla yang diprediksi meningkat pada musim kemarau tahun ini. (mm)
Jangan lupa subscribe, like, komen dan juga kunjungi Instagram kami @riauraya.tv
Video Lainnya
Notice: Use of undefined constant tag - assumed 'tag' in /home/u6048245/public_html/riauraya.tv/template/page/berita.php on line 147

