Ketika Udara Dumai Memutih: Napas Baru dari Kolaborasi Pertamina dan KNPI

  • Rabu, 07 Oktober 2026

DUMAI (RRTV) -Rabu (7/10/2026) pagi, langit di atas Jalan Putri Tujuh, Kota Dumai, tak memancarkan warna biru cerah seperti biasanya. Selimut tipis kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan menggantung pelan di udara, membawa aroma sangit yang menusuk hidung. Di tengah lalu lintas yang mulai ramai dan jarak pandang yang terbatas, para pengendara motor sibuk menyipitkan mata, berkejaran dengan waktu untuk memulai aktivitas harian mereka.

Di sudut lintasan utama, persis di depan SPBU COCO Dumai, deretan helaan napas lega justru terdengar di antara suara deru mesin kendaraan. Sejumlah relawan gabungan dari PT Pertamina Patra Niaga (PPN) RU II Dumai, DPD KNPI Kota Dumai, hingga personel BPBD berdiri bersiap di pinggir jalan. Di tangan mereka, tertumpuk rapi kotak-kotak berisi 1.000 unit masker putih jenis KN95 yang siap dibagikan secara gratis.

Satu per satu pengendara yang melintas maupun warga yang sedang mengantre BBM dihampiri dengan ramah. Senyum hangat petugas mengiringi setiap lembar masker yang berpindah tangan, menggantikan napas sesak warga dengan rasa aman.

Aksi tanggap darurat ini bukan sekadar pembagian bantuan fisik biasa, melainkan wujud kepedulian nyata di tengah ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Mewakili Area Manager Communication, Relations, & CSR RU II Dumai T. Muhammad Rum, tim Agent of Change (AoC) Pertamina, Gatra Wira, mengungkapkan bahwa kehadiran mereka di lapangan adalah panggil moral untuk menjaga keselamatan warga sekitar kawasan operasional.

"Pertamina tidak hanya berfokus pada keandalan operasional perusahaan, tetapi juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan masyarakat. Kami ingin selalu hadir memberikan dukungan nyata, khususnya saat warga menghadapi paparan kabut asap seperti saat ini," tutur Gatra di sela-sela membagikan masker.

Gerakan kemanusiaan ini makin bernyawa berkat kolaborasi erat bersama jajaran pemuda DPD KNPI Kota Dumai. Ketua DPD KNPI Dumai, Nanda Aulia Rahmat, menyebut langkah kolaboratif ini sebagai perisai awal agar roda kehidupan dan produktivitas warga Dumai tidak terkulai oleh pekatnya jerebu. Ia pun menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan aktif elemen pemuda dalam aksi sosial ini, seraya berharap sinergi positif ini dapat terus mengakar kuat untuk berbagai agenda kemanusiaan ke depan.

Di barisan antrean BBM, Asril, salah seorang warga yang menerima masker, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Sambil memegang masker KN95 yang baru diterimanya, ia menyunggingkan senyum di balik raut wajahnya yang letih menembus asap.

"Di tengah pekatnya kabut asap seperti sekarang, pembagian masker gratis ini sangat membantu dan menenangkan kami yang harus tetap bekerja di jalanan," ungkap Asril tulus.

Pagi itu, di sepanjang jalur Jalan Putri Tujuh, seribu masker KN95 mungkin tak seketika menyingkirkan kabut asap dari langit Dumai. Namun, uluran tangan dari kolaborasi BUMN, pemuda, dan pemerintah daerah tersebut telah berhasil mengalirkan kepedulian serta rasa tenang bagi setiap warga yang harus terus melangkah menjaga dapurnya tetap mengepul. (cpd)

Jangan lupa subscribe, like, komen dan juga kunjungi Instagram kami @riauraya.tv

#dumai

Video Lainnya