Denyut Hangat di Jantung Kota: Saat Ratusan Pedagang Kuliner Dumai Temukan Rumah Baru yang Humanis
- Minggu, 20 September 2026
DUMAI (RRTV) – Sabtu (19/9/2026) malam, suasana di sepanjang Jalan HR Subrantas Kota Dumai terasa begitu berbeda. Tidak ada lagi penutupan jalan yang kerap memicu kemacetan panjang, tidak ada pula klakson kendaraan yang saling bersahutan di tengah himpitan lapak-lapak pedagang.
Akses lalu lintas utama di pusat kota itu mengalir lancar. Sementara itu, tak jauh dari badan jalan, geliat ekonomi warga justru berpendar lebih terang di area dalam Lapangan Taman Bukit Gelanggang (TBG).
Ratusan pedagang kuliner yang sebelumnya memadati halaman parkir Mal Pelayanan Publik (MPP) dan kawasan Car Free Night (CFN) kini menempati ruang baru yang jauh lebih tertata. Pemindahan ini bertepatan dengan momentum helat Dumai Festival Ceria yang berlangsung sejak 16 September hingga 16 Oktober 2026.
Lampu-lampu hias menggantung anggun di antara pepohonan taman, memayungi deretan lapak yang berjajar rapi. Gelak tawa pengunjung yang datang memboyong keluarga menyatu dengan aroma gurih makanan yang diolah di tempat. Kawasan TBG malam itu tak sekadar menjadi tempat bertransaksi, tetapi bertransformasi menjadi ruang rekreasi yang humanis dan bersih.
Bagi para pedagang, pemindahan ini ibarat angin segar. Dodi, seorang pedagang telur gulung yang malam itu sibuk melayani antrean pembeli, tak bisa menyembunyikan rasa puasnya. Tempat baru di dalam taman memberikan rasa aman dan kenyamanan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya saat masih berjualan di badan jalan.
"Senang dan puas sekali setelah kami direlokasi ke dalam area Taman Bukit Gelanggang. Tempatnya jauh lebih tertata rapi, pembeli nyaman datang, dan kami pedagang bisa lebih tenang berjualan. Suasananya hidup, bersih, dan tampak estetik. Terima kasih untuk Pemerintah Kota Dumai yang sudah memberikan tempat yang lebih layak bagi kami," ujar Dodi sembari tangannya cekatan membalikkan adonan.
Senada dengan Dodi, Vyta, salah seorang pedagang dari kawasan CFN, menilai keputusan memindahkan lapak ke area dalam TBG adalah langkah yang sangat tepat. Menempati jantung keramaian kota membuat lapaknya tak pernah sepi dari lalu lalang pengunjung.
"Kami senang akhirnya dipindahkan ke dalam taman. Di sini memang pusat keramaian warga. Akses pengunjung lebih luas dan secara keseluruhan suasananya jauh lebih menyenangkan untuk berdagang," ungkap Vyta.
Koordinator Dumai Festival Ceria, Endra, menjelaskan bahwa penataan ini dirancang bukan hanya untuk menyemarakkan festival bulanan, melainkan bagian dari pembenahan tata kota yang berkelanjutan. Kebijakan pemusatan pedagang di dalam kawasan TBG ini rencananya akan diterapkan secara konsisten setiap akhir pekan—mulai Jumat hingga Minggu.
"Kami ingin menghadirkan ruang yang lebih representatif bagi pelaku UMKM sekaligus memberi kenyamanan bagi masyarakat luas. Pengguna jalan tidak lagi terganggu dengan penutupan jalan, sementara aktivitas ekonomi warga tetap tumbuh subur. Taman Bukit Gelanggang kita siapkan menjadi pusat kegiatan kuliner dan rekreasi keluarga warga Dumai setiap weekend," jelas Endra.
Langkah solutif Pemko Dumai dalam merelokasi dan menata pedagang ini membuktikan bahwa penegakan ketertiban kota tidak harus mengorbankan nasib pelaku usaha kecil. Dengan perencanaan yang matang, ruang publik dapat difungsikan secara optimal: jalan raya tetap lancar untuk mobilitas, dan ruang taman menjadi wadah yang menghidupkan ekonomi rakyat.
Di bawah pendar lampu Taman Bukit Gelanggang, malam pekan warga Dumai kini terasa lebih ceria, ramah, dan penuh harapan baru bagi kemajuan UMKM lokal.
Jangan lupa subscribe, like, komen dan juga kunjungi Instagram kami @riauraya.tv
Video Lainnya
Notice: Use of undefined constant tag - assumed 'tag' in /home/u6048245/public_html/riauraya.tv/template/page/berita.php on line 147

