Menyemai Masa Depan di Kelurahan Laksamana: Saat Kampung KB Dumai Menyiapkan Generasi Emas

  • Kamis, 17 September 2026

DUMAI (RRTV) — Di sebuah wilayah seluas 4,25 kilometer persegi di pusat Kota Dumai, deru aktivitas pelabuhan dan hiruk-pikuk perdagangan saban hari menyapa warga Kelurahan Laksamana. Namun pada Kamis (17/9/2026), suasana di Balai Penyuluhan KB setempat terasa berbeda. Ruangan itu dipenuhi semangat diskusi yang hangat—sebuah langkah strategis untuk merancang masa depan kependudukan di kota pelabuhan ini.

Pemerintah Kota Dumai bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN RI berkumpul dalam Focus Group Discussion (FGD). Agenda utama mereka sederhana namun berbobot: bagaimana memanfaatkan momentum bonus demografi agar tidak lewat begitu saja, melainkan menjadi berkah nyata bagi warga.

Melalui skema Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK), Kampung KB tak lagi dipandang sebatas tempat penyuluhan kontrasepsi. Kawasan ini bertransformasi menjadi simpul utama pencetakan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dari unit terkecil, yakni keluarga.

"Bonus demografi adalah jendela kesempatan yang sangat terbatas," ujar Direktur Pemaduan Kebijakan Pengendalian Penduduk BKKBN RI, Faizal Fahmi, menekankan pentingnya respons cepat dan terukur di tingkat lapangan.

Kerja Sunyi para Kader dan Kekuatan Data

Di balik papan nama Kampung KB "Keberkahan Bersama" yang dicanangkan sejak 29 Agustus 2017 ini, ada denyut nadi pengabdian yang tak pernah berhenti. Para kader Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan (IMP) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) menyusuri gang-gang pemukiman warga. Mereka mencatat, mendampingi calon pengantin melalui aplikasi WhatsApp Dacin, hingga memastikan balita berisiko stunting mendapatkan nutrisi yang cukup.

Staf Ahli Wali Kota Dumai, H. Afrilagan, menegaskan bahwa perubahan besar tidak datang secara instan. Pemanfaatan bonus demografi menuntut konsistensi intervensi dari lingkungan rumah tangga yang terus dikawal oleh Kampung KB.

"Data kependudukan yang dihimpun para kader dari tingkat RT menjadi basis presisi kami dalam merumuskan kebijakan," jelas Kepala DPPKB Kota Dumai, Maini Asna. Dari data itulah, program tepat sasaran lahir—mulai dari Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) berbasis Gazebo Infaq Stunting, pemberian makanan tambahan, hingga penanganan lingkungan sekitarnya.

Sinergi Tanpa Sekat di Wilayah Pesisir

Keberhasilan Kampung KB di Kelurahan Laksamana juga tak lepas dari jejaring kolaborasi yang luas. Kawasan ini secara bertahap merangkul berbagai lembaga untuk hadir memberi nilai tambah bagi warga:

  • Kampung Wisata Pesisir: Hasil intervensi terpadu lintas OPD Kota Dumai.

  • Kampung Bersih Narkoba (Bersinar): Kolaborasi bersama BNN dan PT Kilang Pertamina Internasional RU Dumai.

  • Kampung Cinta Statistik (Cantik): Kemitraan berbasis presisi data bersama BPS Kota Dumai.

  • Kampung Tangguh Gemar Bertasbih: Program pembinaan ketertiban dan sosial dari Polres Dumai.

Kepala Perwakilan BKKBN Riau, Mhd. Irzal, mengapresiasi sinergi ini sebagai praktik baik (best practice) yang patut dicontoh. Keterlibatan sektor swasta seperti PT Pelindo, Baznas, hingga aparat keamanan membuktikan bahwa urusan kependudukan adalah kerja bersama.

Saat agenda FGD ditutup dengan peninjauan lapangan, jajaran kementerian menyaksikan langsung bagaimana empat seksi kerja Rencana Kerja Masyarakat (RKM) 2026 bergerak secara nyata. Dari urusan peninggian jalan pemukiman hingga rujukan kesehatan, semuanya saling bertaut.

Di Kelurahan Laksamana, bonus demografi bukan sekadar istilah akademis atau angka statistik di atas kertas. Ia sedang dirajut perlahan, lewat piring makanan bergizi anak balita, kepedulian para kader, dan sinergi pemerintah yang berpihak pada masa depan. 

Jangan lupa subscribe, like, komen dan juga kunjungi Instagram kami @riauraya.tv

#dumai

Video Lainnya