Aklamasi di Bawah Beringin: Langkah Awal Edwar Randa Menakhodai Golkar Dumai
- Kamis, 08 Oktober 2026
DUMAI (RRTV) - Rabu (7/10/2026) malam, riuh tepuk tangan pecah di dalam ruang rapat Kantor Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Dumai. Lampu-lampu ruangan memantulkan deretan kemeja kuning yang berjejer rapi, membingkai senyum mufakat dari para peserta Musyawarah Daerah (Musda) VII. Di tengah ketukan palu sidang yang menandai akhir kompetisi politik malam itu, sebuah kepastian berlabuh: Partai Golkar Dumai resmi memiliki nakhoda baru.
Edwar Randa, politisi muda yang akrab disapa Edo, melangkah maju. Sebagai satu-satunya calon yang mengembalikan berkas pendaftaran lengkap hingga batas waktu ditentukan, anggota DPRD Kota Dumai ini ditetapkan secara aklamasi. Tanpa gesekan, tanpa sekat. Forum tertinggi tingkat daerah itu sepakat menyerahkan kemudi partai berlogo pohon beringin tersebut ke tangannya.
Suasana haru dan hangat menyelimuti momentum penutupan Musda. Tampak jajaran kader senior, pengurus kecamatan, hingga simpatisan akar rumput bergantian menjabat tangan dan memeluk Edo, menyitir harapan besar bagi masa depan partai di Kota Pesisir ini.
Sehari usai penetapannya, Kamis (8/10/2026), raut tenang namun mantap masih terpancar dari wajah Edo. Bagi pimpinan baru ini, pesta demokrasi internal telah usai, dan saatnya merajut kembali seluruh helai kekuatan partai dari tingkat terbawah.
"Kita akan langsung bergerak melakukan konsolidasi, dari pengurus tingkat bawah hingga jajaran atas. Fokus utama kita adalah menyolidkan kembali seluruh elemen Partai Golkar di Kota Dumai," ujar Edo mendalam.
Edo menyadari betul bahwa kejayaan partai politik tidak pernah dibangun oleh kehebatan sosok tunggal. Di mata wakil rakyat ini, mesin partai hanya bisa meraung kencang jika seluruh komponen mau mengayuh di garis yang sama.
"Saya bukan siapa-siapa tanpa dukungan kader-kader terbaik Golkar Dumai. Mari bersama-sama kita besarkan partai ini hingga menjadi pemenang," lanjutnya menegaskan komitmen kebersamaan.
Membidik Harapan dan Menghapus Sekat
Tugas besar kini telah menanti di pundak Edo. DPD I Partai Golkar Provinsi Riau memasang target tinggi: mengamankan tujuh kursi di DPRD Kota Dumai pada Pemilu Legislatif mendatang. Angka yang menantang, namun Edo menatapnya dengan optimistis. Bagi pria ini, modal utamanya adalah soliditas tanpa prasangka.
Ia menegaskan tidak akan ada sekat, kubu, atau polarisasi dalam struktur kepemimpinannya. Seluruh pengurus lama maupun elemen pendahulu akan tetap dirangkul untuk merajut rumah bersama yang lebih kokoh.
"Kami tetap merangkul seluruh pengurus periode sebelumnya. Tidak ada sekat. Jika kita bergerak bersama dengan soliditas penuh, target tujuh kursi itu insyaallah bisa kita raih," tegas Edo menutup percakapan.
Malam Musda VII mungkin telah berlalu, namun babak baru bagi Golkar Dumai baru saja dimulai. Di bawah kepemimpinan Edwar Randa, beringin Kota Dumai kini bersiap menancapkan akarnya lebih dalam, menatap pesta demokrasi mendatang dengan barisan yang kian rapat.
Rabu (7/10/2026) malam, riuh tepuk tangan pecah di dalam ruang rapat Kantor Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Dumai. Lampu-lampu ruangan memantulkan deretan kemeja kuning yang berjejer rapi, membingkai senyum mufakat dari para peserta Musyawarah Daerah (Musda) VII. Di tengah ketukan palu sidang yang menandai akhir kompetisi politik malam itu, sebuah kepastian berlabuh: Partai Golkar Dumai resmi memiliki nakhoda baru.
Edwar Randa, politisi muda yang akrab disapa Edo, melangkah maju. Sebagai satu-satunya calon yang mengembalikan berkas pendaftaran lengkap hingga batas waktu ditentukan, anggota DPRD Kota Dumai ini ditetapkan secara aklamasi. Tanpa gesekan, tanpa sekat. Forum tertinggi tingkat daerah itu sepakat menyerahkan kemudi partai berlogo pohon beringin tersebut ke tangannya.
Suasana haru dan hangat menyelimuti momentum penutupan Musda. Tampak jajaran kader senior, pengurus kecamatan, hingga simpatisan akar rumput bergantian menjabat tangan dan memeluk Edo, menyitir harapan besar bagi masa depan partai di Kota Pesisir ini.
Sehari usai penetapannya, Kamis (8/10/2026), raut tenang namun mantap masih terpancar dari wajah Edo. Bagi pimpinan baru ini, pesta demokrasi internal telah usai, dan saatnya merajut kembali seluruh helai kekuatan partai dari tingkat terbawah.
"Kita akan langsung bergerak melakukan konsolidasi, dari pengurus tingkat bawah hingga jajaran atas. Fokus utama kita adalah menyolidkan kembali seluruh elemen Partai Golkar di Kota Dumai," ujar Edo mendalam.
Edo menyadari betul bahwa kejayaan partai politik tidak pernah dibangun oleh kehebatan sosok tunggal. Di mata wakil rakyat ini, mesin partai hanya bisa meraung kencang jika seluruh komponen mau mengayuh di garis yang sama.
"Saya bukan siapa-siapa tanpa dukungan kader-kader terbaik Golkar Dumai. Mari bersama-sama kita besarkan partai ini hingga menjadi pemenang," lanjutnya menegaskan komitmen kebersamaan.
Membidik Harapan dan Menghapus Sekat
Tugas besar kini telah menanti di pundak Edo. DPD I Partai Golkar Provinsi Riau memasang target tinggi: mengamankan tujuh kursi di DPRD Kota Dumai pada Pemilu Legislatif mendatang. Angka yang menantang, namun Edo menatapnya dengan optimistis. Bagi pria ini, modal utamanya adalah soliditas tanpa prasangka.
Ia menegaskan tidak akan ada sekat, kubu, atau polarisasi dalam struktur kepemimpinannya. Seluruh pengurus lama maupun elemen pendahulu akan tetap dirangkul untuk merajut rumah bersama yang lebih kokoh.
"Kami tetap merangkul seluruh pengurus periode sebelumnya. Tidak ada sekat. Jika kita bergerak bersama dengan soliditas penuh, target tujuh kursi itu insyaallah bisa kita raih," tegas Edo menutup percakapan.
Malam Musda VII mungkin telah berlalu, namun babak baru bagi Golkar Dumai baru saja dimulai. Di bawah kepemimpinan Edwar Randa, beringin Kota Dumai kini bersiap menancapkan akarnya lebih dalam, menatap pesta demokrasi mendatang dengan barisan yang kian rapat. (cpd)
Jangan lupa subscribe, like, komen dan juga kunjungi Instagram kami @riauraya.tv
Video Lainnya
Notice: Use of undefined constant tag - assumed 'tag' in /home/u6048245/public_html/riauraya.tv/template/page/berita.php on line 147

