Suarakan Keprihatinan karena Masih Tingginya Kasus HIV/AIDS di Pekanbaru
- Jumat, 13 Oktober 2023
riauraya.tv - Angka kasus HIV/AIDS di Pekanbaru masih tergolong tinggi. Karena itu kepratinan serta dukungan semua pihak tetap harus diupayakan.
Di sisi lain, kerja sama lembaga berkompeten dengan dunia usaha tetap harus diperkuat. Alasannya, sebagian besar kasus HIV/AIDS ditemukan pada kelompok usia produktif atau usia kerja.
Pernyataan tersebut disuarakan Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy. "Komisi Penanggulangan AIDS sesuai tugas pokok dan fungsinya akan terus melakukan koordinasi dengan banyak pihak termasuk dunia usaha," ujar Zaini, Jumat (13/10/2023).
Zaini Rizaldy yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengatakan, jumlah kasus HIV dan AIDS di Kota Pekanbaru periode Januari-Mei 2023 mencapai 115 orang. Terdiri dari 74 kasus HIV dan 41 kasus AIDS.
Dilanjutkannya, meski beberapa tahun terakhir perhatian pemerintah difokuskan pada penanganan Covid-19 namun pihaknya memastikan bahwa penanganan pada HIV AIDS tidak dipinggiran.
Masing-masing pihak sangat memungkinkan berperan sesuai dengan tugas pokok fungsinya termasuk masyarakat luas. Satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru juga dapat berperan dalam lingkup kerja masing-masing.
Pemko Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan layanan kesehatan untuk penanggulangan AIDS, termasuk pengobatan di rumah sakit maupun puskesmas.
Diharapkan pula, lembaga peduli AIDS beserta kader masyarakat juga dapat terus menerus berupaya mencegah AIDS dengan memberikan informasi secara benar. Juga mengajak kelompok yang rentan untuk dapat mengetahui status HIV melalui tes HIV.
Secara nasional, Kementerian Kesehatan telah mentargetkan 3 zero yaitu zero kasus baru, zero kematian akibat AIDS dan zero stigma dan diskriminasi di tahun 2030. Untuk mewujudkan terget ini diperlukan langkah-langkah konkret dan dukungan semua pihak.
"Upaya pencegahan yang patut terus kita dorong adalah perwujudan ketahanan keluarga. Karena melalui ketahanan keluarga diharapkan masyarakat dapat saling menjaga agar terhindar dari HIV dan AIDS minimal untuk sesama anggota keluarga," ungkapnya.
Sekretaris KPA Kota Pekanbaru Hasan Supriyanto menambahkan, guna mendukung upaya penanggulangan AIDS, KPA akan siap berkomunikasi dengan para pihak yang berinisiatif melakukan upaya penanggulangan AIDS termasuk di tempat kerja.
"Karena pemerintah memiliki keterbatasan, dan peran serta masyarakat menjadi diperlukan. Melalui dukungan berbagai pihak termasuk masyarakat, upaya penanggulangan AIDS diharapkan lebih massif. Dan diharapkan kewaspadaan masyarakat akan epidemi HIV dan AIDS semakin meningkat," ujar Hasan.
Selain itu, seiring dengan berakhirnya pandemi Covid-19, KPA Kota Pekanbaru akan secara intensif melakukan pemberian informasi baik melalui penyuluhan langsung, layanan media sosial dan penyebaran media informasi.
"Dalam pelaksanaannya akan berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk dengan dunia usaha. Karena kasus yang ditemukan sebagian besar terjadi pada kelompok usia produktif atau usia kerja," ucapnya. (mm)
Jangan lupa subscribe, like, komen dan juga kunjungi Instagram kami @riauraya.tv
Video Lainnya
Notice: Use of undefined constant tag - assumed 'tag' in /home/u6048245/public_html/riauraya.tv/template/page/berita.php on line 147

