DIHANTAM BADAI, SATU UNIT KAPAL MOTOR RUPAT JAYA TENGGELAM DI SELAT MALAKA
- Rabu, 13 Oktober 2021
Satu unit kapal motor lintas batas milik pengusaha di Selatpanjang, Kepulauan Meranti yang mengangkut puluhan ton pinang kering dan ratusan kilo siput dikabarkan tenggelam di Selat Malaka tepatnya di perbatasan Indonesia - Malaysia.
Kapal bernama KM Rupat Jaya 1 dengan nomor lambung GT 30 no 1436/PPe tenggelam akibat dihantam badai serta gelombang tinggi saat sedang dalam pelayaran dari Selatpanjang menuju Batu Pahat, Malaysia.
Beruntung atas peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Empat awak kapal yang terdiri dari nakhoda, KKM maupun dua ABK selamat dan saat ini berada di Malaysia.
Namun kapal yang diketahui milik Asian ini beserta barang ekspor berupa 600 karung pinang biji dengan berat sekitar 30 ton, maupun dokumen kapal dan paspor tidak bisa diselamatkan.
Agen kapal, Rian, menjelaskan. menurut informasi sementara dari Malaysia, peristiwa itu terjadi pada Kamis (7/10/2021) sekira pukul 18.30 Wib di saat Kapal Motor Rupat Jaya 1 memasuki perairan Malaysia, tiba-tiba cuaca buruk, angin kencang dan gelombang tinggi sehingga nahkoda tidak bisa mengendalikan kapal.
Rian juga menjelaskan, empat awak kapal sebelum mendapat pertolongan kabarnya sempat berjam-jam terombang-ambing hanyut di laut dengan peralatan seadanya. Dua orang diselamatkan oleh kapal nelayan asal Malaysia dan dua orang lagi diselamatkan oleh kapal angkutan kelapa tujuan Batu Pahat, Malaysia. Saat ini kita fokus dalam menyiapkan arsip seluruh dokumen pendukung keberangkatan yang ikut tenggelam untuk penyampaian pemberitahuan kecelakaan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Bantu Bea dan Cukai Selatpanjang, Anwar Din Nahar juga membenarkan peristiwa itu, dimana pihak agen kapal juga sudah menyampaikan terjadinya kecelakaan tersebut.
Hal yang sama juga disampaikan pihak Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Selatpanjang melalui Petugas Keselamatan, Suharto bahwa kapal tersebut berlayar dari Selatpanjang tujuan Batu Pahat, Malaysia dengan muatan barang ekspor 30 ton pinang biji dan ratusan kilo siput, namun ketika sampai di alur perbatasan negara di Selat Malaka terjadi cuaca yang ekstrim.
Dijelaskan Suharto, pihak agen kapal juga sudah menyampaikan laporan hal itu secara tertulis atas adanya kecelakaan kapal motor tersebut, mengenai muatan kapal tidak terjadi over kapasitas karena muatan kapal lebih besar dari barang yang dibawa yakni sebesar 40 Gross ton.
Terhadap peristiwa itu, pihak KSOP Selatpanjang juga mengimbau bagi kapal-kapal yang akan berlayar baik diantar pulau maupun kapal lintas batas harus lebih berhati-hati. dan selalu update memantau cuaca diaplikasi BMKG.
Suharto mengingatkan, Demi untuk menjaga keselamatan, bagi nahkoda jika cuaca tidak memungkinkan untuk berangkat dimohon sebaiknya menunda keberangkatan dan berlindung.
Jangan lupa subscribe, like, komen dan juga kunjungi Instagram kami @riauraya.tv
Video Lainnya
Notice: Use of undefined constant tag - assumed 'tag' in /home/u6048245/public_html/riauraya.tv/template/page/berita.php on line 147

