INDRAGIRI HILIR

Negeri Hamparan Kelapa, Sudah Sejahterakah Para Petani Kelapa

  • Rabu, 19 April 2023

riauraya.tv - Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, termasuk di antaranya kelapa. Selain sebagai bahan makanan dan minuman yang populer, kelapa juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui berbagai manfaatnya.

Bahkan banyak masyarakat yang memanfaatkan pekerjaannya sebagai petani kelapa sebagai pemasukkan utama untuk menghidupkan keluarganya.

Kelapa merupakan salah satu sumber daya alam Indonesia yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sebagai negara dengan wilayah tropis, Indonesia memiliki lahan yang cukup luas untuk budidaya kelapa. Selain itu, kelapa juga memiliki banyak manfaat dan dapat diolah menjadi berbagai produk yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Pemanfaatan kelapa sebagai sumber penghasilan dapat dilakukan melalui beberapa cara. Salah satunya adalah dengan memproduksi minyak kelapa. Minyak kelapa merupakan salah satu produk olahan kelapa yang memiliki permintaan yang tinggi di pasar internasional. Pengolahan minyak kelapa dapat dilakukan secara tradisional dengan cara mengepres santan kelapa atau dengan menggunakan mesin pengolahan modern.

Selain minyak kelapa, kelapa juga dapat diolah menjadi berbagai produk lainnya seperti sabun, kertas, dan bahan bakar. Sabun dari kelapa memiliki kualitas yang baik dan lebih ramah lingkungan dibandingkan sabun yang terbuat dari bahan kimia. Sedangkan kertas yang terbuat dari kelapa memiliki kekuatan dan ketahanan yang tinggi sehingga cocok digunakan sebagai kertas pembungkus dan kemasan. Bahan bakar dari kelapa seperti briket dan biofuel juga dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.

Selain itu, kelapa juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan alternatif. Serat kelapa dapat dijadikan sebagai bahan atap yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan dibandingkan dengan atap yang terbuat dari bahan-bahan lainnya. Selain itu, serat kelapa juga dapat dijadikan sebagai bahan campuran untuk membuat bata dan beton yang lebih kuat dan tahan lama.

Pemanfaatan kelapa sebagai sumber penghasilan juga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat di pedesaan. Kelapa dapat ditanam di lahan yang tidak produktif atau kurang subur sehingga masyarakat dapat mengoptimalkan potensi lahan yang dimiliki. Selain itu, pengolahan kelapa juga dapat memberikan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Untuk meningkatkan pemanfaatan kelapa sebagai sumber penghasilan dan kesejahteraan rakyat, pemerintah perlu meningkatkan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat mengenai cara budidaya dan pengolahan kelapa. Pemerintah juga perlu mengembangkan pasar untuk produk kelapa baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.

Pemanfaatan kelapa secara optimal dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mempromosikan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam mengembangkan pemanfaatan kelapa sebagai sumber penghasilan dan kesejahteraan rakyat.

Provinsi Riau memang dikenal sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi kelapa yang cukup besar. Kelapa dari Riau tidak hanya digunakan sebagai bahan makanan, tetapi juga sebagai bahan baku untuk industri minyak kelapa dan kopra. Banyak perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa di Riau, seperti perusahaan pengolahan minyak kelapa dan pabrik pengolahan kopra.

Salah satunya adalah Indragiri Hilir, sebuah kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia. Kabupaten ini memang dikenal sebagai penghasil kelapa terbesar di Riau. Bahkan, Indragiri Hilir juga menjadi salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia.

Pertanian kelapa merupakan salah satu sektor penting di Indragiri Hilir, karena masyarakat di kabupaten ini banyak yang mengandalkan hasil pertanian sebagai mata pencaharian.

Namun, perlu diingat bahwa data mengenai produksi kelapa di Indragiri Hilir bisa berubah dari waktu ke waktu tergantung pada kondisi cuaca, musim tanam, serta faktor-faktor lainnya.

PT Pulau Sambu merupakan produsen produk kelapa terbesar dan paling terintegrasi di dunia. PT Pulau Sambu menjadi bagian dari Sambu Group, yang terdiri dari PT Pulau Sambu (Kuala Enok) dan PT Pulau Sambu (Guntung).

Melansir dari situs website resminya, PT Pulau Sambu populer disebut sebagai pemasok kelapa parut untuk industri gula dan cokelat ternama di Eropa, Amerika Utara, Australia, Timur Tengah, dan Tiongkok. Krim santan kelapa dengan merek Kara milik PT Pulau Sambu, kini populer di berbagai pasar di Asia, Australia, dan Eropa.

PT Pulau Sambu (Kuala Enok)

PT Pulau Sambu sudah menjalankan kegiatannya sejak 1967 dengan memproduksi minyak kelapa, krim santan, dan lainnya. Kini, PT Pulau Sambu telah memproduksi krim santan kelapa dengan kualitas nomor satu.

PT Pulau Sambu didorong oleh keberhasilan krim santan Kara, kemudian memperluas jalur produksinya untuk memproduksi nata de coco, minyak kelapa murni untuk industri farmasi, arang dari tempurung kelapa, air kelapa, dan air minum dengan merek Kara Ases.

Grup Sambu sepenuhnya bergantung pada petani kelapa karena 90% pasokan bahan baku berasal dari mereka untuk memenuhi kebutuhan 5 juta butir per hari. Namun, perusahaan ini tidak pernah membuat kontrak yang bersifat mengikat dengan petani. Pasalnya, petani memiliki kebebasan untuk menjual kelapanya kepada pihak mana pun.

Grup Sambu menerapkan model bisnis sustainable social enterprise dengan adanya pola saling ketergantungan (Interdependency) antara petani sebagai penyuplai kelapa dan perusahaan dengan membangun ekosistem dan perbaikan kualitas hidup masyarakat lokal. Social enterprise yang dijalankan Grup Sambu tidak hanya fokus pada profit perusahaan, tetapi juga pada perkembangan ekosistem lingkungan.

Grup Sambu berdiri di atas pilar lingkungan, ekonomi, dan sosial. Ketiga pilar tersebut ditopang oleh sistem trio tata air yang terdiri dari kanal, tanggul, dan pintu air di perkebunan Grup Sambudi Pulau Burung. Trio tata air adalah sistem tata air terpadu (integrated water management system) yang merupakan faktor kunci untuk mengontrol permukaan air tanah di lahan suboptimal, mengatur persediaan air sesuai dengan kebutuhan tanaman, sehingga membuat lahan gambut menjadi produktif dan tidak mudah terbakar.

Dalam pengelolaan lahan suboptimal, Grup Sambu tetap mengikuti regulasi yang ada, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 71 Tahun 2014, yang kemudian diperbarui dengan PP No. 57 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut. Kegiatan ini secara reguler juga dimonitor oleh Badan Restorasi Gambut, dan telah mencapai PROPER Hijau untuk perkebunan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kabupaten Indragiri Hilir adalah negeri “nyiur melambai”. Maksudnya, sejauh mata memandang, kabupaten ini ditumbuhi oleh pahon kelapa.

Kabupaten Indragiri Hilir dijuluki ‘Negeri Seribu Parit, Hamparan Kelapa Dunia’, Luasnya kebun kelapa rakyat di Inhil adalah anugerah yang memberinya motivasi kuat untuk terus berupaya agar potensi tersebut dimanfaatkan dengan maksimal. Bahkan ia merasa bangga Inhil terkenal dengan kelapanya.

Sejarah kelapa di Indragiri Hilir ternyata panjang. Kelapa sudah mulai dikenal sejak zaman Hindia Belanda. Kabupaten ini dikenal sebagai penghasil kelapa terkemuka, bahkan sampai saat ini. 

Pada tahun 1918, Mufti Indragiri Tuan Guru Syekh Abdurrahman Shiddiq bersama keluarga dan muridnya membuat parit-parit untuk mengatur sirkulasi air pasang dan surut air laut. Kita mengenalnya sekarang sebagai sistem kanalisasi.

Parit atau kanal berfungsi menyuplai kebutuhan air bagi tanaman kelapa agar tidak kekurangan air saat kemarau dan tidak terendam saat air pasang atau hujan. Kanal juga digunakan sebagai sarana pengangkut kelapa. Sejak saat itu, sistem kanalisasi secara turun temurun dilakukan oleh masyarakat dan perkebunan kelapa mulai menghasilkan produksi yang meningkat.

Sampai saat ini, bagi masyarakat Indragiri Hilir kelapa tak hanya sebagai primadona sumber ekonomi masyarakat, tapi lebih dari itu. Kelapa menjadi identitas dan jati diri Kabupaten Indragiri Hilir hingga dijuluki “Negeri Seribu Parit, Hamparan Kelapa Dunia”.

Jadi, kelapa adalah denyut kehidupan penduduk Indragiri Hilir. Kalau ada masalah dengan kelapa, mereka langsung risau. Mereka memang hidup dari dan bergantung pada kelapa.

Tidak heran lagi mengetahui mayoritas masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggantungkan hidupnya dari tanaman ini.

Kasiran (63) warga Kampung Hidayat, Desa Teluk Dalam Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Kabupaten Indragiri Hilir seorang petani kelapa.

Duduk di pinggir jalan dan hanya menggunakan singlet bewarna putih sedang memantau Idrus (55) yang membesarkan 5 orang anak dari penghasilannya sebagai petani kelapa.

Kasiran (63) Petani di Desa Teluk Dalam Sapat, Indragiri Hilir

Ia memiliki 10 baris pohon kelapa, setiap barisnya terdapat 35 pohon kelapa. Sehingga, Kasiran memiliki 350 pohon kelapa.

Dari sebanyak itu, Kasiran dapat menghasilkan 2ton kelapa per triwulan. Ia menjual kelapa tersebut dengan harga Rp 1500 per kilogramnya tanpa sabut di Desa Teluk Dalam Sapat.

Sedangkan Idrus juga seorang Petani Kelapa Desa Teluk Sapat. Selain itu, ia juga bekerja sebagai penyolak kelapa. Ia memanfaatkan pekerjaannya tersebut untuk membesarkan keenam anaknya. 

“Enam anak, tiga sudah menikah, dua bersekolah di pesantren di Kalimantam, dan satu anak masih SMP,” jawab Idrus, saat ditanya jumlah anaknya.

Tampak terbiasa, kedua tangannya sangat lihai membuka kelapa atau warga sekitar menyebut aktivitas tersebut dengan menyolak kelapa.

Bahkan ia dapat menyolak sebanyak 1000-1300 kelapa per hari. Sebanyak itu, Kasiran mendapatkan upah Rp 130 per kelapa atau ia dapat menghasilkan Rp 130.000 per harinya.

Idrus (55) Petani dan Penyolak Kelapa di Desa Teluk Dalam Sapat, Indragiri Hilir

Meski begitu, ditengah-tengah kebanggaan masyarakat Indragiri Hilir terkait dengan potensi perkebunan kelapa yang mereka miliki masih menyisakan persoalan-persoalan lain yang semestinya hal ini tidak terjadi. Salah satu diantaranya adalah menurunnya harga kelapa yang selalu menjadi masalah utama bagi para petani yang ada disana. Harga kelapa yang terus menerus turun dan tak kunjung naik cukup membuat para petani mengeluh dan menjerit, sebab hal ini dapat menimbulkan kerugian bagi mereka.

Setidaknya ada beberapa alasan mengapa harga-harga kelapa disana terus turun. Yang pertama, penurunan harga kelapa disinyalir akibat dari banyaknya pasokan hasil panen yang masuk ke dalam pabrik. Sehingga untuk persoalan ini hukum pasar pun berlaku.

Meski demikian, dengan adanya alasan-alasan tersebut tidak dapat membenarkan diamnya pemerintah dalam menghadapi persoalan ini. Masyarakat berharap ada solusi-solusi yang tepat untuk mengatasinya sehingga harga kelapa dapat kembali normal.

Jika pemerintah menghendaki perbaikan, setidaknya ada beberapa solusi yang dapat dilakukan terkait persoalan diatas. Jika saja pemerintah serius dalam menangani permasalah harga ini. Maka hal seperti ini seharusnya tidak akan terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama. Sehingga, Julukan Indragiri Hilir sebagai Negeri hamparan kelapa dunia juga terwujud dari kesejahteraan yang dirasakan oleh petaninya. (Mickyal Mashyuri – RiauRaya TV)

Jangan lupa subscribe, like, komen dan juga kunjungi Instagram kami @riauraya.tv

#indragiri-hilir
#nasional
#nusantara
#riau
#riau-raya

Video Lainnya