Pekanbaru

DIJULUKI RATU PARA-BADMINTON, LEANI RATRI OKTILA DAPATKAN DUA EMAS DAN SATU PERAK

  • Senin, 06 September 2021

Leani Ratri Oktila,yang sering dijuluki "Ratu Para-badminton". Di Paralimpiade Tokyo 2020 ia membuktikan statusnya itu dengan menjadi atlet Indonesia tersukses dengan torehan dua emas dan satu perak.

Minggu, 5 September 2021, Leani Ratri merebut dua medali sekaligus. Perak ia raih di nomor tunggal putri SL4. Setelah itu perak ia dapatkan bersama Hary Susanto di nomor ganda campuran SL3-SU5. Sehari sebelumnya, sekeping emas juga ia raih bersama Khalimatus Sadiyah di nomor ganda putri SL3-SU5.

Leani berperan besar membantu Indonesia memenuhi targetkanya. Secara total kontingen Merah Putih pulang membawa dua medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. Mereka berada si posisi 42 klasemen torehan medali, naik dari peringkat 76 pada Paralimpiade 2016 dengan koleksi satu perunggu.

Sebenarnya, torehan Leani Ratri itu tak mengejutkan. Para-badminton baru pertama kali dipertandingkan di Paralimpiade. Atlet asal Riau ini sejak awal dianggap sebagai unggulan karena sudah memiliki segudang prestasi.

Dia adalah peraih gelar juara dunia tunggal putri SL4 pada 2019. Leani juga merupakan atlet para-badminton peringkat pertama dunia di tiga nomor yakni tunggal putri SL4, ganda putri SL3-SU5 bersama Khalimatus Sadiyah, dan ganda campuran SL3-SU5 bersama Hary Susanto.

Jadi dua emas dan satu perak darinya memang sejak awal sudah diharapkan. Untuk sampai ke posisi sekarang, Leani Ratri sudah melewati jalan panjang. Atlet berusia 30 tahun mengenal bulu tangkis sejak masih berumur tujuh tahun dengan dibimbing langsung oleh orang tuanya. Bakatnya menonjol dan sehingga mampu mencatatkan prestasi sejak usia muda, termasuk mewakili provinsinya dalam ajang nasional.

Awalnya ia berlaga sebagai atlet normal. Namun pada 2011, saat berusia 21 tahun, Ratri mengalami kecelakaan hingga menyebabkan patah kaki dan tangan kirinya. Meski divonis mengalami gangguan tubuh permanen, namun dia tak menyerah dan bertekad terus menekuni bulu tangkis.

Tekadnya dan kerja kerasnya berbuah manis. Deretan prestasi ia raih. Ia juga dianugerahi gelar atlet parabadminton putri terbaik dari Federasi Badminton Dunia (BWF) dua tahun berturut-turut 2018-2019.

Gelar pertamanya dari para-badminton dicatatkan saat Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2012 yang berlangsung di Riau, provinsi kelahirannya. Saat itu Ratri meraih masing-masing satu medali emas dan perak.

Tahun 2013 menjadi awal bagi Ratri bergabung dengan Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPC). Bersama timnas paralimpiade, Ratri semakin terpacu untuk berprestasi meski mempunyai keterbatasan.

Keinginannya itu pun dibuktikan dengan menjalani latihan keras. Ratri diketahui kerap datang latihan lebih awal, bahkan hingga menambah porsi latihan.

Kerja kerasnya untuk menuai segudang capaian membanggakan, baik di turnamen single maupun multievent, berujung pada julukan "Ratu Para-Badminton" yang disematkan padanya. Di ajang Paralimpiade Tokyo 2020, ia membuktikan, julukan itu memang layak disandangkan di bahunya.

Leani Ratri Oktila merupakan kelahiran Kampar, 6 Mei 1991. Dan memiliki segudang prestasi yang telah ia dapatkan dalam dunia Badminton.

Tim riauraya tv melaporkan. 

Jangan lupa subscribe, like, komen dan juga kunjungi Instagram kami @riauraya.tv

#Badminton
# Leani Ratri Oktalia
#kampar
#pekanbaru
#riau
#riau-raya
#tokoh

Video Lainnya


Notice: Use of undefined constant tag - assumed 'tag' in /home/u6048245/public_html/riauraya.tv/template/page/berita.php on line 147
LUBANG KOLAM
  • 06 September 2021