Menyulam Asa di Sudut Ratu Sima: Saat Gerakan Muda Jadi Jembatan Kebaikan
- Minggu, 11 Oktober 2026
DUMAI (RRTV) — Terik matahari di Kelurahan Ratu Sima, Kecamatan Dumai Selatan, tak menyurutkan langkah belasan anak muda yang menyusuri gang-gang pemukiman warga pada Minggu (11/10/2026) siang. Di tangan mereka, terikat rapi kantong-kantong berisi bahan pokok—beras, gula, minyak goreng, mie instan, telur, hingga susu.
Bagi sebagian orang, bingkisan itu mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi warga kurang mampu di RT 06 Ratu Sima, kedatangan rombongan anak muda ini membawa kehangatan dan rasa peduli yang tak ternilai harganya.
Aksi sosial yang dibungkus dalam tajuk "Muda Berbagi" ini digagas secara kolaboratif oleh Karang Taruna Kota Dumai, DPC IKA UIR Kota Dumai, serta Komunitas Generasi Muda Tjitra Moergha. Langkah bersama ini lahir dari kesadaran bahwa empati tak boleh berhenti hanya pada retorika, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Suara dari Gang Sempit
Di salah satu teras rumah sederhana, Safriani tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Saat kantong sembako diserahkan langsung ke tangannya, matanya mendadak berkaca-kaca. Di tengah kondisi ekonomi yang kian menantang, bantuan tersebut menjadi penglipur lara yang sangat berarti bagi keluarganya.
"Kami sangat berterima kasih atas kepedulian anak-anak muda ini. Rasanya terharu sekali masih ada yang peduli dengan kondisi kami di sini," tutur Safriani dengan suara bergetar. "Semoga kegiatan seperti ini terus ada dan menjadi contoh baik bagi anak-anak muda lainnya di Kota Dumai."
Momen-momen humanis seperti inilah yang menjadi penggerak utama gerakan "Muda Berbagi". Suasana penuh keakraban tercipta tanpa sekat—para pemuda duduk berbaur, mendengarkan cerita warga, dan saling melempar senyum hangat.
Menjadi Jembatan, Menyalakan Asa
Awal mula gerakan ini di Ratu Sima tidak lepas dari kepekaan menangkap aspirasi di tingkat tapak. Ketua Harian Karang Taruna Kota Dumai, Viencent M. Yusuf—atau yang akrab sapa Pipin—menceritakan bahwa aksi ini bermula dari laporan pengurus Karang Taruna Kecamatan Dumai Selatan terkait kondisi beberapa warga di RT 06.
Mendapati laporan tersebut, Pipin bergerak cepat menjalin komunikasi dengan Wali Kota Dumai, H. Paisal, serta Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal. Respon cepat dan dukungan penuh dari pemerintah daerah pun menjadi angin segar yang melancarkan penyaluran bantuan tersebut.
"Kami di sini hadir sebagai jembatan. Jembatan yang menghubungkan kepedulian pemerintah dan niat baik elemen pemuda langsung ke tangan masyarakat yang membutuhkan," ungkap Pipin di sela-sela kegiatan.
Bagi Pipin dan rekan-rekannya, kata "muda" bukan sekadar penanda usia, melainkan simbol keberanian untuk hadir dan mengambil peran di tengah persoalan sosial.
"Kami percaya perubahan besar tidak selalu dimulai dari hal yang rumit. Terkadang, ia lahir dari langkah sederhana: dari tangan yang mau mengulur, dan dari hati yang mau peduli. Muda itu bukan cuma tentang angka, berbagi bukan sekadar memberi, tapi tentang aksi nyata di lapangan," tegasnya.
Merawat Gotong Royong Kota Idaman
Siang itu, riuh tawa dan canda antara relawan pemuda dan warga menyatu dengan riam angin sore di Dumai. Kehadiran jajaran Karang Taruna Kecamatan hingga Kelurahan Ratu Sima menegaskan bahwa nilai-nilai gotong royong masyarakat Melayu Dumai masih terpelihara dengan sangat kuat.
Ketika rombongan pemuda berpamitan pulang, langkah mereka meninggalkan jejak kebaikan yang dalam. Di Ratu Sima, "Muda Berbagi" telah membuktikan bahwa ketika energi muda menyatu dengan kepedulian sosial, ia mampu menghadirkan harapan baru di tengah masyarakat. (cpd)
Jangan lupa subscribe, like, komen dan juga kunjungi Instagram kami @riauraya.tv
Video Lainnya
Notice: Use of undefined constant tag - assumed 'tag' in /home/u6048245/public_html/riauraya.tv/template/page/berita.php on line 147

