Lebanon

Ledakan Pager Mematikan di Lebanon: Setidaknya Sembilan Tewas, Hizbullah Bersumpah Balas Dendam

  • Rabu, 18 September 2024

riauraya.tv - Serangkaian ledakan terkoordinasi di seluruh Lebanon dan Suriah telah menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai ribuan lainnya, dalam apa yang disebut sebagai pelanggaran keamanan terbesar yang pernah dialami Hizbullah dalam beberapa tahun terakhir. 

Ledakan yang terjadi pada Selasa tersebut dipicu oleh perangkat peledak yang ditanam di dalam pager yang digunakan oleh anggota Hizbullah. Serangan ini meningkatkan ketegangan antara Hizbullah dan Israel, dengan Hizbullah langsung menuduh badan intelijen Israel, Mossad, sebagai dalang di balik ledakan ini.

Di antara korban tewas terdapat seorang gadis berusia 10 tahun dan dua pejuang Hizbullah, sementara lebih dari 2.750 orang dilaporkan terluka. Salah satu yang terluka adalah duta besar Iran untuk Lebanon, Mojtaba Amani. Perangkat tersebut, yang dilaporkan diproduksi oleh sebuah perusahaan Taiwan, dimodifikasi dengan bahan peledak kecil yang meledak secara bersamaan setelah menerima pesan berkode. Ledakan terjadi di basis-basis Hizbullah di Lebanon selatan serta Suriah, di mana beberapa pejuang Hizbullah juga terluka.

Hizbullah, yang selama ini mengandalkan pager sebagai metode komunikasi yang aman untuk menghindari pelacakan oleh pasukan Israel, menyebut kejadian ini sebagai pelanggaran keamanan terbesar mereka dalam beberapa dekade. Kelompok yang didukung Iran ini bersumpah akan membalas Israel, menyebut ledakan ini sebagai "agresi kriminal" dan menuduh Israel bertanggung jawab penuh atas serangan tersebut. 

Dalam sebuah pernyataan, Hizbullah berjanji akan memberikan "hukuman yang setimpal" atas insiden ini, sementara putra anggota parlemen Hizbullah, Ali Ammar, dilaporkan menjadi salah satu korban tewas.

Serangan ini terjadi di tengah periode konflik yang meningkat antara Hizbullah dan Israel, setelah serangan Hamas pada 7 Oktober yang memicu perang lebih luas di kawasan tersebut. Israel dalam beberapa bulan terakhir telah menargetkan para pemimpin Hizbullah melalui serangkaian pembunuhan, dan ketegangan antara kedua belah pihak terus meningkat. 

Pejabat Israel belum memberikan komentar atas ledakan ini, namun banyak yang melihat insiden ini sebagai tanggapan potensial terhadap pembunuhan-pembunuhan tersebut dan permusuhan yang sedang berlangsung.

Pejabat keamanan Lebanon mengonfirmasi bahwa Hizbullah telah mengimpor sekitar 5.000 pager dari Taiwan awal tahun ini, dan Mossad dilaporkan telah memodifikasi perangkat ini pada tahap produksi untuk memasukkan bahan peledak kecil. 

Menurut sumber-sumber, bahan peledak yang hanya seberat sekitar tiga gram tersebut tidak terdeteksi oleh langkah-langkah keamanan standar, sehingga memungkinkan untuk tetap tersembunyi selama berbulan-bulan hingga diaktifkan dari jarak jauh. Pejabat Hizbullah menyebut serangan ini sebagai "kegagalan kontra intelijen," sebuah pernyataan yang juga didukung oleh analis keamanan internasional.

Ledakan ini memicu kekhawatiran besar di Lebanon, dengan kementerian kesehatan negara tersebut menetapkan rumah sakit dalam keadaan siaga tinggi. Perangkat komunikasi nirkabel kini dipandang dengan kecurigaan, dan warga telah diimbau untuk menjauh dari teknologi semacam itu. 

Sementara itu, pejabat AS berusaha mengecilkan keterlibatan mereka, dengan menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui serangan ini sebelumnya. Insiden ini menambah lapisan kompleksitas baru dalam situasi yang sudah memanas di Timur Tengah, mengancam upaya untuk menurunkan ketegangan dan mencari perdamaian. (mm)

Jangan lupa subscribe, like, komen dan juga kunjungi Instagram kami @riauraya.tv

#internasional

Video Lainnya